Rabu, 09 September 2015

Inilah Rahasia Menguasai 30 Bahasa

Sejumlah kajian menunjukkan bahwa seseorang yang mampu bercakap dalam berbagai bahasa dapat meningkatkan intensitas perhatian dan ingatannya.

Inilah Rahasia Menguasai 30 BahasaKaum awam kebanyakan kesulitan mengucapkan frasa-frasa sederhana dalam bahasa asing. (Getty)
Pada satu hari yang cerah pada sebuah balkon di Berlin, Tim Keeley dan Daniel Frasa melontarkan berbagai bahasa dari mulut mereka. Pertama mereka berbincang menggunakan bahasa Jerman, lalu Hindi, Nepal, Polandia, Kroasia, Mandarin, hingga bahasa Thailand. Secara keseluruhan, percakapan mereka memakai sekitar 20-an bahasa.

Dari balkon, saya menuju ruang dalam. Di sana saya menemukan kelompok-kelompok kecil yang anggotanya bercakap dengan bahasa-bahasa sulit. Mereka tengah bersiap mengikuti permainan yang menerjemahkan dua bahasa berbeda secara bersamaan. Bagi kaum awam, permainan seperti ini akan membuat pusing kepala. “Ini situasi yang biasa bagi kami,” ujar seorang perempuan bernama Alisa.

Saya tengah menghadiri pertemuan polyglot, suatu ajang yang dihadiri 350 orang yang mampu berbicara dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Klingon dalam film Star Trek. Pada pertemuan ini, saya mengetahui bahwa ada sejumlah orang yang sanggup menguasai sedikitnya 10 bahasa, seperti Keeley dan Frasa. Mereka dijuluki hyperglot.

Salah satu pakar bahasa paling mumpuni yang saya temui pada pertemuan ini ialah Richard Simcott. Pria yang mampu berbicara dalam 30 bahasa itu memimpin sekelompok polyglot berjuluk eModeration.

Lantaran hanya mengetahui sedikit bahasa Italia dan Denmark, saya merasa minder di antara para hyperglot. Namun, demi menggali pengetahuan dari kaum hyperglot, saya tetap berada pada pertemuan itu dan berupaya menggali rahasia mereka.

Apabila Anda mengetahui cara kerja otak, Anda akan memahami bahwa mempelajari bahasa bagi sebagian orang ialah sesuatu yang sulit.

Setiap manusia memiliki sistem memori yang berbeda, sedangkan menguasai bahasa memerlukan segenap kekuatan memori otak. Di dalam otak, terdapat memori prosedural yang berfungsi menyempurnakan logat bicara dan memori deklaratif yang berkemampuan mengingat kata-kata baru (suatu bahasa punya sedikitnya 10.000 kata baru ditambah gramatika). Kata-kata dan struktur kalimat tersebut kemudian harus diucapkan sepersekian detik sehingga harus diprogram dalam memori ‘eksplisit’ dan ‘implisit’.

Tantangan itu, jika dilakukan, ada ganjarannya. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa seseorang yang mampu bercakap dalam berbagai bahasa dapat meningkatkan intensitas perhatian dan ingatannya. Hal ini kemudian berimbas pada penundaan kepikunan.

Studi terhadap kaum imigran yang dilakoni Ellen Bialystik di Universitas York, Kanada, menemukan bahwa kepikunan orang-orang yang berbicara dua bahasa berlangsung lima tahun lebih lambat dari mereka yang hanya berbicara satu bahasa. Penundaan makin lambat jika seseorang dapat berbincang tiga bahasa (6,4 tahun) dan empat bahasa atau lebih (9 tahun).
Menguasai bahasa asing terbukti ...Menguasai bahasa asing terbukti menunda kepikunan. (Getty)
Menurut hipotesa masa kritis, manusia punya waktu sejenak semasa kanak-kanak untuk mempelajari bahasa baru. Jika masa itu telanjur lewat, sejumlah pakar syaraf menilai akan sulit bagi sebagian orang untuk bisa belajar bahasa baru dan menguasainya dengan lancar.

Akan tetapi, sebagaimana ditemukan Bialystok dalam kajiannya, penilaian itu terlalu dibesar-besarkan. Dia menunjukkan bahwa hanya ada sedikit penurunan kemampuan untuk mempelajari bahasa baru selagi manusia bertambah tua.

Saya melihat sendiri buktinya ketika menjumpai kaum hyperglot di Berlin. Banyak di antara mereka menguasai bahasa-bahasa lain saat dewasa, bukan saat kanak-kanak.

Keeley, misalnya, besar di Florida, Amerika Serikat, sehingga terpapar bahasa Spanyol ketika bersekolah. Saat masih bocah, dia biasa memutar siaran radio dalam bahasa asing, meski tidak memahami sepatah kata pun. “Seperti musik bagi saya,” kata Keeley.

Namun, Keeley baru belajar bahasa asing sewaktu bepergian ke berbagai negara saat sudah dewasa. Kunjungan pertamanya ialah Kolombia. Di sana dia belajar bahasa Prancis, Jerman, dan Portugis. Dia kemudian pindah ke Swiss dan Eropa Timur sebelum bertolak ke Jepang. Keeley kini menguasai sedikitnya 20 bahasa dengan lancar. “Hipotesa masa kritis adalah omong kosong,” ujarnya.

Nah, pertanyaannya sekarang, bagaimana para hyperglot dapat menguasai begitu banyak bahasa? Dan bisakah kita mencoba meniru mereka?

Jawaban singkat dari pertanyaan itu adalah motivasi. Seperti Keeley, sebagian besar insan hyperglot sangat termotivasi untuk mempelajari bahasa baru. Mereka gemar melancong dari satu negara ke negara lain sembari belajar bahasa setempat.

Namun, sekalipun berbekal motivasi besar, orang awam nyatanya kesulitan berbincang dalam bahasa asing secara meyakinkan. Keeley, yang kini menulis buku bertema ‘faktor sosial, psikologi, dan faktor menunjang lainnya untuk menjadi orang yang berbicara multi-bahasa’, skeptis bahwa kadar intelektualitas menentukan.
“Saya pikir itu bukan faktor utama, meskipun akan mempercepat jika memiliki kemampuan analitis,” ujarnya.

Bunglon budaya

Alih-alih intelektualitas, Keeley menyarankan agar kita melihat ke dalam kepribadian masing-masing. Dia menilai mempelajari bahasa baru menyebabkan manusia menciptakan kepribadian baru. “Anda menjadi seperti bunglon,” katanya.

Seperti yang telah disuarakan para ahli psikologi, bahasa yang kita ucapkan lekat kaitannya dengan identitas. Pendapat yang mengatakan berbahasa Prancis membuat Anda romantis dan berbahasa Italia membuat Anda bersemangat, memang klise. Namun, nyatanya, setiap bahasa berhubungan dengan norma-norma budaya yang mempengaruhi perilaku. Beragam kajian membuktikan bahwa orang-orang yang berbicara multi-bahasa kerap memperlihatkan perilaku berbeda sesuai dengan bahasa yang mereka utarakan.
mempelajari bahasa baru ...mempelajari bahasa baru menyebabkan manusia menciptakan kepribadian baru. (Getty)
Bahasa yang berbeda juga dapat membangkitkan kenangan hidup yang berlainan pula, sebagaimana dialami penulis Vladimir Nabokov ketika menyusun otobiografinya. Penulis sohor asal Rusia itu memaparkan kisahnya dalam tulisan berbahasa Inggris dengan kesulitan. “Memori saya sudah disetel pada satu kunci, yaitu bahasa Rusia. Namun, dipaksa bermain pada kunci lain, yaitu bahasa Inggris,” ujarnya.

Ketika akhirnya otobiografi itu rampung, Nabokov memutuskan untuk menulis ulang kisah-kisah masa kecilnya dalam bahasa Rusia. Begitu bahasa itu mengalir, kenangannya terbuka dengan rincian dan perspektif baru.

“Tulisan versi bahasa Rusia yang dia kerjakan berbeda jauh sehingga dia merasa perlu menerjemahkan ulang ke bahasa Inggris,” kata Aneta Pavlenko, akademisi Universitas Temple di Philadelphia, AS, yang menulis buku berjudul The Bilingual Mind.

Apabila seseorang menolak proses penciptaan kepribadian baru, Keeley berpendapat orang itu bakal mengalami kesulitan mempelajari bahasa baru dengan lancar. Pendapat Keeley didasari oleh sebuah survei yang dia dilakukan terhadap orang-orang Cina yang mempelajari bahasa Jepang.

Keeley, yang merupakan seorang profesor bidang manajemen lintas budaya di Univesitas Kyushu Sangyo, Jepang, bertanya kepada para responden apakah mereka dapat berempati dengan orang lain? Lalu, apakah mereka bisa mengubah opini agar sesuai dengan orang di sekitar? Menurut Keeley, hasil survei itu menunjukkan orang yang berkepribadian luwes mampu berbahasa Jepang dengan lancar.

Bagaimana bisa? Sudah menjadi fakta umum ketika Anda cocok dengan seseorang, makin besar kemungkinan Anda akan menirunya. Nah, peniruan identitas dan memori yang terkait akan menghentikan tercampurnya bahasa yang baru dipelajari dan bahasa ibu.

“Pasti ada semacam ruangan di dalam pikiran Anda bagi setiap bahasa, budaya, dan pengalaman terkait sehingga bahasa-bahasa itu bisa tetap aktif dan tidak bercampur satu sama lain. Kualitas waktu, dalam konteks dilibatkannya emosi, adalah faktor penting. Jadi, bukan melulu jumlah waktu yang dihabiskan untuk belajar bahasa dan menggunakannya,” ujar Keeley.

Dari semua kaum polyglot, Michael Levi Harris cukup baik mendemonstrasikan prinsip-prinsip yang disebutkan Keeley. Harris, yang merupakan seorang aktor, menguasai 10 bahasa dan dapat memahami 12 bahasa lain.

Ketika saya bertemu dengannya di Guildhall School of Music and Drama di London, dia berbicara dengan aksen Inggris yang mumpuni, meski dia berasal dari New York, AS. “Saya tidak secara sadar mengubah karakter. Itu terjadi begitu saja. Tapi saya tahu saya tiba-tiba berbeda,” ujarnya.

Dari Harris, saya mendapat tips untuk memulai. Hal paling penting, menurutnya, mencoba meniru tanpa berupaya mengeja kata-kata. “Semua orang bisa mendengar dan mengulangi,” katanya. Mungkin Anda akan terdengar berlebihan, tapi itu adalah bagian penting dalam proses.

“Dalam berakting, Anda mencoba sekuat mungkin. Lalu sutradara bilang, OK sekarang turunkan. Nah, itu sama saja dengan belajar bahasa,” kata Harris.

Dia lalu menyarankan agar mencermati ekspresi wajah karena itu penting ketika memproduksi suara. Berbicara dengan bibir ke depan seketika membuat Anda lebih terdengar seperti orang Prancis, misalnya.
Belajar bahasa asing dapat ...Belajar bahasa asing dapat menggunakan teknik seorang aktor. (Getty)
Terakhir, Anda harus mengatasi rasa malu yang timbul karena menghasilkan suara-suara ‘aneh’, seperti suara tenggorokan ketika berbincang dalam bahasa Arab, misalnya.

“Anda akan menyadari suara itu bukan sesuatu yang aneh bagi kita. Ketika Anda merasa jijik, Anda bisa membuat suara ‘ugh’. Jika Anda menyadarinya dan memberikan ijin kepada alam bawah sadar untuk menyuarakannya, Anda bisa membunyikannya,” kata Harris.

 Mungkin terdengar aneh, tapi intinya semua tips yang disarankan Harris dimaksudkan agar Anda bisa mengatasi perilaku rutin. “Semua berkaitan dengan memiliki bahasa tersebut. Itu dilakukan aktor agar penonton percaya bahwa kata-kata itu milik Anda. Ketika Anda memiliki suara-suara itu, Anda akan lebih percaya diri,” ujarnya.

Bagaimanapun, janganlah terlalu ambisius, khususnya ketika baru belajar. “Jika ada sebuah faktor yang menghentikan orang belajar bahasa secara efisien, itu adalah perasaan bahwa kita harus seperti penutur asli. Itu adalah standar yang tidak tercapai. Yang penting bagi saya ialah cari kemudahan dalam mengutarakan maksud,” kata Pavlenko dari Universitas Temple, AS.

Berlatih selama 15 menit, empat kali sehari, juga disarankan. Richard Simcott, yang mengajari teknik berbahasa asing, bahkan menyarankan melatih percakapan atau mendengarkan musik pop berbahasa asing.
Di AS, Australia, dan Inggris ada pendapat bahwa berbahasa asing tidak perlu karena, toh, dunia menggunakan bahasa Inggris. Namun, kaum hyperglot membantah anggapan itu. Mereka meyakini keuntungan berbahasa asing sangat banyak, termasuk menjalin hubungan pertemanan di seluruh dunia.

Judith Meyer, selaku penyelenggara acara temu kaum polyglot di Berlin, mengaku melihat orang Ukraina dan Rusia serta orang Israel dan Palestina saling berbincang. “Mempelajari bahasa asing benar-benar membuka dunia baru,” ujarnya.
(Sumber: BBC Indonesia)

Read More »»  

Sabtu, 22 Agustus 2015

Sempu Island Nature Reserve and the beautiful Segara Anakan Secret Lagoon


Leave all the conveniences of the modern world behind, cross the strait between concrete structures and extraordinary woods, venture into a world of natural splendor, and gaze upon some of the most mystifying sceneries on the face of the earth :  those are what  the secluded Sempu Island has to offer.

Situated on the south coast of Malang Regency in East Java and administratively located in the Tambak Rejo Village, Sumbermanjing Wetan Sub-District, this small island lies just off the coast of Sendang Biru Beach, approximately 80 Km from Malang city or about 180 Km from the capital of East Java, Surabaya. The 877 hectares forested island is a Nature Reserve under the management of the Natural Resources Conservation Office of East Java (BBKSDA) and the Ministry of Forestry of Indonesia, and was actually designated a Nature Reserve since 1928 in the Dutch Colonial period.

Among the island’s most fascinating features is the Segara Anakan lagoon located about 2.5Km further south into the island. Hidden deep beyond the thick tropical forest, the approximately 4 hectares lagoon is truly a secluded paradise where a white sandy beach meets calm blue waters separated from the raging tides of the open ocean by a picturesque rocky wall surrounding the area. The incoming tides penetrate only through several caves above and below the surface, thus the water inside the lagoon remains calm, and makes a perfect place for swimming. Its secluded location also radiates a sense of intimacy, where the beach becomes a private getaway, not unlike the setting for the 2000 Leonardo Di Caprio’s Movie “The Beach”.

Adventure awaits  those who wish to explore Sempu Island and reach the Segara Anakan Lagoon. Cross the straits from Sendang Biru Beach on the mainland to the Teluk Semut (Ant Bay) at Sempu Island. From here, the journey continues over a trekking path for about two hours through quite thick forest with several ascending and descending tracks,  before one reaches the secluded lagoon. While the trip may not be an easy walk, the grand price that awaits at the finish line is more than just worth it. Boats and guide services are available at the Sendang Biru Beach area.
Sempu Island also has other fascinating spots which offer equal splendors including the Waru-waru beach, Telaga Lele (Catfish Lake, a fresh water lake named after the many catfish found within), Tiger Cave,  Pasir Panjang Beach (Long sand Beach), Pasir Kembar Beach (Twin sands beach), Fresh Water Beach (named after a fresh water spring on the rocks near the beach), and Telaga Sat (Dry Lake).

As a Nature Reserve, Sempu Island has various types of ecosystems  ranging from coastal forest, mangroves, and lowland tropical forest which dominates the whole island. Among the vegetation found on Sempu Island are bendo (Artocarpus elasticus), triwulan (Terminalia), wadang (Pterocarpus javanicus), ketapang (Terminalia catappa), waru laut (Hibiscus tiliaceus), pandan (Pandanus tectorius), Mangroves (Rhizophora mucronata and Rhizophora apiculata), and many more. Interestingly, the name Sempu is said to have been taken from a particular type of tree that is found in the island, however, the tree can hardly be found these days.

The Nature Reserve is also home to several wildlife inhabitants such as:  the Javanese Monkey (Tracypithecus auratus), Black Monkeys (Presbitis cristata pyrrha) , Grey Macaques  (Macaca fascicularis), wild boar (Sus sp), deer (Muntiacus muntjak), kancil/small deer (Tragulus javanicus), Prawn (Alcedo athis), belodok fish (Periopthalmus sp), crab (Ocypoda stimsoni), and many more. There are also several types of reptiles including giant lizards and snakes and also several types of birds that find shelter on the island.
Read More »»  

8 best beaches in Indonesia

Source

1. Pink Beach, Komodo

When you think of Indonesian hideaways you probably think of remote islands, tropical rainforests and golden sandy beaches. Komodo certainly ticks all of these boxes, with one exception, this particular slice of paradise features pink beaches, made from mixed white and red sands. There are plenty of secluded spots to throw down your beach towel, but if you're after a bit more adventure then check out some of the local wildlife. Try snorkelling or diving, or stay on dry land and head out in search of the island's most famous residents, Komodo dragons.
Pink Beach on Komodo Island.
Pink Beach on Komodo Island.

2. Tomini Bay

Situated in the north of Sulawesi, one of Indonesia's main islands, Tomini Bay lies close to the Equator, making it the perfect place to spend a few sun-soaked beach days. Get up early for a beautiful sunrise, then jump aboard with some friendly fishermen for a day sailing, or go under the waves to see wonders of the scuba world. Seafood lovers won't be disappointed. Get your catch cooked up before your very own eyes at one of the local restaurants.
scuba diving, Tomini Bay
Amazing diving is on offer at Tomini Bay

3. Air Manis Beach

West Sumatra is home to Air Manis Beach, which, according to legend, is where Malin Kundang, a sailor from a poor family, was turned to stone, along with his ship, after his mother cursed him for disowning her when he made his fortune. You can visit these fabled rock formations, or take in the views of Mount Padang from the shore. Take a stroll along the beach to Pisang Kecil, a small island accessible by foot when the tide is low whose name translates to 'small banana'.
Air Manis Beach, West Sumatra, Indonesia.
Air Manis Beach, West Sumatra, Indonesia.

4. Pandawa Beach

One of south Bail's most secluded stretches of sand, Pandawa Beach is the spot for watersport enthusiasts, with plenty of great opportunites to go canoeing or paragliding. If you're in town during March then you must check out Melasti, a religious parade held to purify the world as part of Hindu-Balinese New Year celebrations.
Pandawa Beach, south Bali, Indonesia.
Pandawa Beach, south Bali, Indonesia.

5. Gili Nanggu

Looking for the authentic castaway experience? With only one accomodation option on the island, the Gili Nanggu Cottages and Bungalow, this is the perfect place to escape the backpacker crowds that visit nearby island trio, Gili T, Gili Meno and Gili Air. Spend days exploring this peaceful island by bicycle or jukung, a traditional Indonesian canoe, or snorkel with the clownfish and sea turtles that swim offshore.
Gili Nanggu, Indonesia.
Gili Nanggu, Indonesia.

6. Gili Terawangan and Gili Meno

Leave modern life behind on the Gili islands off the north-west coast of Lombok. No cars or motorbikes are allowed on the island; instead, get around on foot, by bike or cidomo, colourfully decorated horse and carts. These islands attract divers from around the world with internationally renowned wreck sites and reefs to explore. For cheap eats, check out the night market on Gili Terawangan for a wide range of Indonesian street food; from gado gado (peanut satay vegetables) to freshly grilled squid.
Gili Terawangan, Indonesia.
Gili Terawangan, Indonesia.

7. Ora Beach

Birdwatchers: bring your binoculars! Ora Beach, on the north coast of Seram Island, is famous for the feathery creatures that live here: there are 117 different species of birds on the island in total. Be prepared and pack heavy for a trip to this remote destination. There is only one restaurant on Ora Beach, and if you fancy checking out the beautiful underwater gardens then you'll have to bring your own diving gear as there are no equipment shops on Seram.
Ora Beach Resort, Indonesia
Ora Beach Resort

8. Sawarna Beach

Rice paddy fields, rows of coconut trees and the crystal clear waters of the Indian Ocean stretching out before you: these are just some of the wonderful sights that await when you arrive in Sawarna on the south coast of Java Island. Get some surf time in on Sawarna Beach, where the waves have attracted board pros from all over the world. The karst caves in Sawarna are also worth a day trip inland. Watch out for the hundreds of bats that hang from the walls of Lalay Cave.
Sawarna Beach, Java, Indonesia.
Sawarna Beach, Java, Indonesia.

Wonderful Indonesia logo

Read More »»  

Minggu, 09 Agustus 2015

Visit Surabaya



Surabaya is a multiple ethnic city enriches with many cultures. In Surabaya there are many kinds of ethnics, such as : Malay, Chinese, India , Arab, and Europe . Indonesian archipelago ethnics are also could be found, such as : Madura, Sunda, Batak, Kalimantan, Bali Sulawesi which mixed with native Surabaya citizen and establish cultural pluralism, hence, it become a special characteristic for surabaya . Most of surabaya citizen are original from Native Surabaya and Madura peoples
 
Hence, it makes Surabaya being different with other city in Indonesia, then this special characteristic is really blending to coloring in this daily life. Associate with each other without any differences, open minded, critic and being critic is a daily lifestyle that could be found in here. More over, traditional art and special food define for surabaya cultural pluralism


The Heroes Monument

ART

Art living in Surabaya grew well. Traditional and modern art complete each other to create various Surabaya art. Traditional art grew because of the colonialism defense history that has been preserved nowadays. Traditional art is very various. there are dancing art, musical art and stage art. Ludruk, Gending Jula Juli Suroboyo, Remo dancing, Kentrung, Okol, Seni Ujung, Besutan, Loro Pangkon ceremony, Lenggang Suroboyo dance, and Hadrah dance.

While modern art is also grew slightly, many dance studios focus in developing traditional and modern blended. Yet, many dance groups developed modern creation, such as Marlupi dance, gito Maran. 


In realizing art living in Surabaya, Surabaya Art Council (Dewan Kesenian Jakarta) and Musical, theatre, painting association create many efforts to increase it. Painting art exhibition and Theatre art are often held in Balai Pemuda. While, traditional dance art show always held in Taman Hiburan Rakyat (THR) and Taman Budaya. Surabaya Symphony Orchestra (SSO) is also have a role to make musical art grew well in Surabaya.

Source

PLACE YOU SHOULD VISIT IN SURABAYA

Surabaya's zoo, opened in 1916, was the first in the world to have successfully bred orangutans in captivity. Other points of interest include:
  •     Cheng Ho Mosque, a recently built mosque, the first in Indonesia with Chinese-style architecture.
  •     Grand Mosque of Surabaya or Al-Akbar Mosque, the largest mosque in East Java.
  •     Heroic Monument (Tugu Pahlawan), a 41 meter high monument, is the main symbol of Surabaya and commemorates the heroes of the revolutionary struggle. There is a museum on location as well, showing remainders of the struggle for independence.
  •     House of Sampoerna, a museum devoted to the history of clove cigarette (kretek) manufacturing in Indonesia, housed in Dutch colonial buildings dating to 1864.
  •     Jalesveva Jayamahe Monument, a large, admiral-like statue which commemorates the Indonesian Navy.
  •     Monkasel, abbreviated from Monumen Kapal Selam (English: Submarine Monument). A Soviet-built Whiskey class submarine (named KRI Pasopati (410)), first launched in 1952, served in the Indonesian Navy from 1962 until decommissioned in 1990. After her decommissioning, Pasopati was dismantled and transferred to its present site in 1996. The submarine was reassembled on its current site and opened as museum and tourist attraction in 1998.
  • Museum Nahdlatul Ulama is a resource center of culture and history of Nahdatul Ulama, an independent Islamic religious organization.

  •     Museum Bank Indonesia is a bank museum occupying the former De Javasche Bank built in 1904.

 

SHOPPING PLACES

Surabaya is a major shopping destination for Indonesians, and there are several large shopping malls in the city such as BG Junction, Ciputra World Surabaya, City Of Tomorrow, Galaxy Mall, Grand City, Jembatan Merah Plaza, Kapas Krampung Plaza, Lenmarc, Plaza Surabaya, Plaza Tunjungan, Royal Plaza Surabaya, Supermal Pakuwon Indah, and Surabaya Town Square.

Hi-Tech Mall, WTC, and Plasa Marina are the major shopping centers in Surabaya for gadgets, computers and mobile phones.

In West Surabaya, Citraland by the Ciputra Group and Graha Family consists of residences, an apartment complex, a golf course and a climbing gym.

In East Surabaya, Pakuwon City by the Pakuwon Group has its own dining out spot, called Food Festival, and it is developing more facilities, such as the East Coast Center.


Source 

And still much more interesting places in Surabaya, also the typical food in Surabaya very delicious. If you need more information about Surabaya, feel free to contact me, I'll help you as I can. Surabaya only 45 minutes from Bali and 1 hours from Jakarta (by plane). Besides that, from Surabaya to Madura takes 15 minutes only via Suramadu Bridge.

The Suramadu Bridge (Indonesian: Jembatan Suramadu), also known as the Surabaya–Madura Bridge, is cable-stayed bridge between Surabaya on the island of Java and the town of Bangkalan on the island of Madura in Indonesia.
 
Suramadu Bridge

Source


Juanda International Airport which is one of the entrances to Surabaya can be achieved through direct international flights from Singapore, Kuala Lumpur, Johor Baru, Taipei, Hong Kong and Bandar Seri Begawan. On domestic flights, Surabaya is also a destination city and stopover on the way to various cities in Indonesia. (Source)

For more info, you can visit here. Visit Surabaya, it will be unforgettable moment.

Read More »»  

Minggu, 02 Agustus 2015

Batu Hijau Lumut Garut-2


tebal=1cm
panjang=2cm
lebar=1,4 cm

Batu Hijau Lumut Garut (bukan sintetis), tembus. kalo di senter akan terlihat seperti terbelah seperti di gambar. Biar lebih sip harus di poles/gosok dulu.
Cuma 1 stock, harga Rp.120.000,. (Belum termasuk ongkos kirim)

Kontak= line:ganisw / BBM:756F19E9 / FB:https://www.facebook.com/ganis.wicaksono

Kode-HLG_2
Read More »»  

Rabu, 29 Juli 2015

Batu Hijau Lumut Garut







panjang = 1,5 cm
lebar = 1,2 cm

Batu Hijau Lumut Garut, tembus. kalo di senter bentuk huruf 'V' seperti di gambar. Biar lebih sip harus di poles/gosok dulu. Cuma 1 stock, harga Rp.100.000,. (Belum termasuk ongkos kirim)

Kontak= line:ganisw / BBM:756F19E9 / FB:https://www.facebook.com/ganis.wicaksono
Kode-HLG_1
Read More »»  

Sabtu, 27 Juni 2015

Sutradara 'Despicable Me' Ternyata Putra Sastrawan NH Dini


http://images.detik.com/content/2013/06/28/229/cofindlm.jpg

Adhie Ichsan - detikhot
Jumat, 28/06/2013 10:34 WIB
 
Jakarta - Mungkin belum banyak yang tahu, sosok sutradara di balik film animasi 'Despicable Me' adalah pria keturunan Indonesia. Dia adalah Pierre-Louis Padang Coffin, anak dari novelis terkenal Nurhayati Srihardini Siti Nukatin atau lebih akrab sebagai NH Dini.

Dari berbagai sumber yang dihimpun detikHOT, Coffin lahir pada 1 November 1967 dari pernikahan NH Dini dan seorang diplomat dari Prancis, Yves Coffin. Ketika lahir, Coffin sempat hidup berpindah-pindah mengikuti pekerjaan ayahnya, mulai dari Jepang, Phnom Penh, Prancis, Manila hingga Detroit, AS.

Namun pada 1984, ayah dan ibu Coffin bercerai. Sang ibu memutuskan kembali ke Indonesia, sementara Coffin ikut ayahnya. NH Dini sebelumnya adalah seorang pramugari sebelum kemudian dikenal sebagai penulis cerita pendek dan novel yang cukup produktif. Karyanya yang terkenal dan masih dibaca hingga sekarang antara lain 'Pada Sebuah Kapal', 'Keberangkatan', 'Namaku Hiroko' dan 'Tirai Menurun'.

Sedangkan Coffin, sebagai animator memulai karier dengan mengikuti pelatihan di Paris. Ia kemudian bekerja di Amblimation untuk mengerjakan 'We're Back! A Dinosaur's Story', film yang eksekutif produsernya adalah Steven Spielberg.

Coffin kemudian bekerja sebagai animator lepas di studio CGI Ex Machina di Prancis. Selain terjun langsung sebagai animator, di sana ia juga bertanggung jawab sebagai animator supervisor dan sutradara.

Bersama sutradara Chris Renaoud, Coffin mulai berkolaborasi dengan Passion Pictures Paris dan Mac Guff untuk mengerjakan film animasi CGI 'Despicable Me' untuk Universal Pictures. Ia juga mengisi suara minion, karakter berwarna kuning yang lucu dan menggemaskan.

Film itu meledak di box office Amerika Serikat. Dari biaya US$ 69 juta yang dikeluarkan, mereka berhasil meraup pendapatan lebih dari US$ 543 juta.

Bersama Chris Renaoud, Coffin kemudian membuat sekuel 'Despicable Me' yang dijadwalkan rilis di bioskop AS pada 3 Juli mendatang.
Read More »»  

Bersiaplah Menyambut Hoverbike, Motor Terbang Pertama di Dunia

Namun Anda mesti bersabar, karena Hoverbike masih perlu pengembangan lebih jauh sebelum benar-benar dijual ke pasaran.

Bersiaplah Menyambut Hoverbike, Motor Terbang Pertama di DuniaModel awal Hoverbike dengan dua baling-baling. Kini, Malloy sedang mengembangkan Hoverbike dengan empat baling-baling. (Malloy Aeronautics)
 
Tak ayal lagi, dunia kita akan memasuki era teknologi super canggih serupa film Tomorrow Land!
Chris Malloy, seorang berkebangsaan Inggris pernah menciptakan wahana serupa helikopter di garasi rumahnya di pinggiran kota Sydney, Australia. Dalam situs pribadinya, ia menjelaskan bahwa wahana buatannya merupakan “kombinasi antara mesin motor sederhana dan helikopter untuk menciptakan motor terbang pertama di dunia.”

Kini, ia bersama US Army melakukan penelitian lebih jauh untuk  pengembangan motor terbang ciptaannya. Menurutnya, motor terbang itu nantinya bisa digunakan untuk penelitian dan misi penyelamatan, pengiriman kargo, penanggulangan bencana, dan pengawasan. Ia percaya bahwa mesin transportasi baru buatannya itu bisa menekan dana dari yang diperlukan untuk membuat helikopter sungguhan. Selain itu, motor terbangnya bisa dikendarai di alam luas, tanpa pilot atau supir.

Mesin motor terbang ciptaannya ini ia namakan Hoverbike.

Meski Hoverbikenya sedang ditangani oleh US Army, Malloy menjelaskan bahwa ia tidak mengembangkan motor terbang itu untuk keperluan militer.

Namun demikian, diperlukan pengujian lebih lanjut untuk membuktikan keamanan mesin itu, sebelum benar-benar membawanya ke perusahaan untuk mulai diproduksi. “Kami tidak mau terburu-buru menjual produk kami ke pasar,” ungkap Malloy.

Nyatanya, Malloy tidak sendirian. Di California, seorang bernama Greg Handerson telah membangun Hendo, hoverboard lain yang diketahui mampu membawa beban menggunakan seperempat energy normal yang diperlukan sebuah helikopter biasa. Di  bulan Oktober nanti, ia bersama perusahaannya berencana membuat debut pertama Hoverboard yang lebih kecil, lebih kuat, dan pastinya lebih canggih.
(Difa Restiasari. Sumber: National Geographic)
Read More »»  

Efek Domino Pertelevisian

Kalau lihat acara-acara TV sekarang ini, saya kadang merasa heran dengan banyaknya acara-acara TV yang tidak jelas. Tidak jelas disini adalah, entah apa acara tersebut baik atau buruk, mendidik atau tidak, yang penting rating acara tinggi dan menghasilkan profit pada TV tersebut.

Isinya cuma joget-joget, sinetron yang jalan ceritanya tidak jelas, atau banyolan dari sang presenter ke presenter lain guna memperpanjang-panjang durasi acara.Isinya gitu-gitu aja!.

Para kapitalist bertebaran di negara yang kaya akan sumber daya, namun warganya menjadi 'pengemis' di negaranya tersendiri. Miris, lihat keadaan sekarang ini. Masuknya gelombang globalisasi juga merupakan salah satu hal seperti ini dapat menyebar secara pesat.

Terkadang sepintas terbayang, negara-negara komunis seperti China, Korea Utara dan lainnya. Walaupun adanya gelombang globalisasi, mereka tetap tak terpengaruh dan memegang teguh budaya mereka. Lain dengan Indonesia, jika saya berpendapat, acara-acara TV di Indonesia telah kehilangan identitasnya. Amerikanisasi dalam program acara TV merupakan salah satu alasan kita kehilangan identitas. Acara seperti Si Doel, Bajaj Bajuri merupakan salah satu acara TV yang kenyataannya merupakan identitas masyarakat Indonesia.

Menggambarkan kenyataan yang memang terjadi dalam keseharian, banyak inti yang kita dapat dari acara seperti ini. Jika di analisa, acara seperti ini mengajarkan kesederhanaan, tutur sapa antar tetangga, gotong royong dan banyak lagi.

Media Televisi merupakan media yang sangat mudah untuk penybaran/pembentukan moral masyarakat singkat kata adalah, TV sebagai panutan dalam masyarakat. Jika acara-acara terus menerus di bombardir dengan acara yang joget-joget atau tidak mendidik, sama halnya secara perlahan masyarakat Indonesia di buat bodoh.

Namun tak dapat di pungkiri juga bahwa acara-acara dari Amerika menjadi patokan dalam menghasilkan acara-acara yang serupa. Karena acara-acara Amerika di anggap lebih menghibur, lebih aktraktif, lebih modern. Tapi, akibatnya seperti yang kita lihat sekarang ini, nasib acara TV di Indonesia yang berdampak kepada masyarakat sendiri. Efek domino, begitu kartu jatuh, kartu lain ikut jatuh maksudnya adalah begitu ada acara dari negara lain yang boming atau naik daun, di buatlah dengan konsep yang serupa dan sedikit di rubah dan voila! hasil di dapat.

Mungkin para produser tidak PD atau mungkin hanya mementingkan profit semata, business is about money. Tapi bagaimana ceritanya jika kita hanya meniru-niru dan mementingkan profit semata dapat memajukan kreatifitas acara-acara TV di Indonesia? bagaimana kita dapat memberikan sesuatu yang berguna kepada masyarakat?.

They don't care about us, they just care about money, that's business. Tapi apa jadinya jika rating acara TV menurun?walaupun mereka meniru acara dari negara lain yang sangat boming?. Secara tidak langsung pemasukan mereka juga berkurang, rating turun, pemasangan iklan menurun. Dan jika rating terus turun, pemeasangan iklan sangat minim dan akhirnya acara tersebut tinggal nama. Singkat kata, acara-acara TV dan penonton saling berkaitan, dengan banyaknya penonton, rating acara pun naik dan pemasangan iklan pun naik.

Alangkah bijak jika para produser mengambil langkah yang bijak pula, rating memang perlu, profit juga perlu, tapi acara-acara TV tak dapat hidup dengan adanya penonton. Akan lebih bagus dan juga akan lenih baik guna memajukan acara pertelevisian di Indonesia jika produser berani mengambil langkah membuat acara yang mendidik dan menghasilkan profit yang banyak, bukan hanya sekedar domino efek. Tunjukan pada dunia bahwa acara-acara TV di Indonesia tidak kalah hebat dengan acara-acara TV di negara lain.

by Ganis Wicaksono, 27.06.2015

Read More »»  

Senin, 22 Juni 2015

Bukan drama kolosal Korea

Politik di Indonesia kini (2015), kalo dari segi pandang saya bagaikan drama kolosal Korea. Sang Raja yang berkuasa kini, menyingkirkan orang kepercayaan/para mantan menteri Raja sebelumnya untuk mengamankan posisi Raja yang berkuasa sekarang ini, bahkan untuk melindungi Ibu Suri sang Raja yang berkuasa sekarang dari 'angin-angin' yang siap berhembus ke arah Ibu Suri.

Indonesia bukanlah sebuah panggung sandiwara dari para 'aktor-aktor' panggung. Melihat situasi sekarang ini sangatlah ironis, bagaikan sekumpulan orang yang bermain lompat tali. Harga BBM naik, kemudian turun, dan naik lagi. Kalo di lihat bagaikan perputaran tali, yang kedua ujungnya di pegang oleh para 'aktor' dan mereka mainkan.

Memang sulit mengurus Indonesia yang besar, dari Sabang hingga Merauke. Akan tetapi bagaimana bisa mengatur jika sang pemegang kendali hanya memainkan permainannya tanpa 'memberikan pupuk' kepada 'tanaman-tanaman' kecil.

Kembali lagi ke drama kolosal Korea, Indonesia bukanlah drama kolosal Korea yang hanya dilihat dan mementingkan rating drama hanya untuk mendapatkan keuntungan semata entah untuk siapa keuntungan tersebut. Jika Raja tak bisa di goyahkan, maka persatuan rakyatlah yang dapat melakukan.

Indonesia bukan 'mainan' para 'aktor' untuk menjalankan kepentingan tertentu. Indonesia adalah sebuah kesatuan yang akan jauh lebih kuat jika bersatu dan tentunya dengan 'aktor' yang tepat untuk memimpin. Akan seperti apa Indonesia 20 tahun lagi? lebih buruk, lebih baik, atau mungkin akan hancur dan menjadi negara-negara kecil hingga Indonesia tinggal nama?. Semuanya tergantung kita sebagai warga negara Indonesia sendiri yang akan menentukan nasib Indonesia.

22.06.2015

Ganis Wicaksono
Read More »»  

Gwe-Store