Jumat, 03 Juni 2011

Manusia coklat



 “Hoaammm”, aku beranjak bangun dari tidurku, dan aku langsung keluar dari kamar. Kubuka pintu kamarku yang sedikit reot, adikku yang bernama Pappu jalan menuju dapur, dan aku langsung bicara, “Pappu, TV karam he”, dan Pappu hanya menjawab “Hah?”, aku pung mengulangi, “TV karam he.”, Pappu jawab dengan kata yang sama, dan beberapa meni kusadari, ternyata bahasaku beda. Padahal aku tak bisa bahasa India sama sekali, dank arena aku syok tak bisa menerima ini, aku pun lari keluar pintu rumah.

Langsung kubuka pintu rumah dan aku lari sekencang-kencangnya, rumahku dekat dengan pertokoan. Aku lari hingga ke pertokaan, ku diam sejenak.  Tiba-tiba saja beberapa perempuan menghampiriku, pikirku dia mau kenalan. Tapi dia langsung memegang tanganku, sontak aku kaget, dan dia langsung memasukan tanganku ke mulutnya. Aku kaget, dan aku menoleh kebelakang, aku justru tambah syok. Aku menoleh ke arah kaca yang ada di luar pertokoan, ternyata aku berubah menjadi manusia permen coklat. Jadi orang melihatku sebagai manusia coklat yang dapat berjalan. Si cewek masih memasukkan tanganku ke mulutnya, sambil sesekali dia menjilat muka ku. Tanganku dimakannya, dan dia menggigit tanganku, “Awh”, teriakku.

“Awh”, langsung kubuka mata, ternyata semua itu hanya mimpi di dalam mimpi. Dan yang menggigit tanganku ternyata si Bubu, anjingku. Rupanya yang menjilat-jilat itu si Bubu. Mimpi yang aneh, tapi untungnya aku tak jadi manusia coklat, karena hidupku bakal tergantung pada berapa lama aku dapat bertahan dengan sengatan cahaya matahari dan jilatan orang yang ingin memakanku.

Salam coklat,

by GaWi

2 komentar:

  1. Salam, untuk manusia cokelat,,

    Chaiya-chaiya, Chaiya-chaiya

    Jiyahahaha....haha.....
    "Dodol"

    Ckckckkk... ^§^

    BalasHapus
  2. manusia coklatnya da leleh kena matahari..
    hahahaha

    v(^-^)v

    BalasHapus

Gwe-Store